Macam-Macam dan Contoh Transaksi Perusahaan Dagang

Transaksi perusahaan dagang dibagi menjadi beberapa hal, untuk lebih mengetahui mari kita pelajari satu persatu beserta contohnya:
1. Pembelian Barang Dagang (Purchases)
    Pembelian barang dagangan ialah aktivitas memperoleh barang dagangan untuk dijual kembali. Pembelian dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit. Pembelian tunai yaitu pembelian barang yang langsung diikuti oleh pembayaran tunai, sedangkan pembelian kredit adalah pembelian barang yang pembayarannya ditangguhkan. Akun pembelian barang dagangan berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang, baik tunai maupun kredit. Pencatatan transaksi pembelian barang adalah sebagai berikut.
Contoh:
  • Transaksi pembelian barang dagangan secara tunai 3 Maret 2006 dibeli secara tunai barang dagangan seharga Rp3.000.000,00
  •  Transaksi pembelian barang dagangan secara kredit 10 Maret 2006 dibeli secara kredit barang dagangan seharga Rp12.500.000,00 dari Toko Makmur Jakarta.
Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal sebagai berikut.
Contoh Transaksi Perusahaan dagang dari Pembelian Barang Dagang (Purchases)
 
2. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga (Purchases Return and Allowances)
    Dalam perusahaan, transaksi ini dicatat sebagai akun pengembalian barang atau sering disebut sebagai retur pembelian. Akun retur pembelian dan pengurangan harga ini berfungsi untuk mencatat transaksi pengembalian barang yang sudah dibeli kepada pihak penjual atau pengurangan harga yang disepakati penjual. Misalnya, barang yang dibeli sebagian rusak. Retur pembelian dan pengurangan harga, yaitu pengembalian kembali sebagian atau seluruh barang yang dibeli.
Transaksi pembelian yang dibeli secara kredit dan tunai terdapat dalam contoh berikut.
  • 17 Februari 2006 Dibeli barang dagangan secara tunai sebesar Rp25.000.000,00.
  • 19 Februari 2006 Dibeli barang dagangan seharga Rp20.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 No Faktur 1801.
  • 21 Februari 2006 Dikembalikan barang dagangan yang dibeli tanggal
  • 19 Februari seharga Rp5.000.000,00 karena rusak.
  • 25 Februari 2006 Dikembalikan barang dagangan yang dibeli tanggal
  • 17 Februari sebesar Rp2.500.000,00.
  • 28 Februari 2006 Dibayar pelunasan utang untuk pembelian barang dagangan tanggal 19 Februari 2006.
Transaksi tersebut di atas dicatat dalam jurnal berikut.
Contoh Retur Pembelian dan Pengurangan Harga
 
3. Potongan Pembelian (Purchases Discount)
    Potongan pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat potongan harga yang diterima dari penjual. Biasanya sehubungan dengan penerapan pembayaran. Misalnya, pembayaran utang yang dilakukan dalam periode potongan.
Contoh pencatatan transaksi potongan pembelian sebagai berikut.
  • 20 Juli 2006 Dibeli secara kredit 20.000 unit barang dagangan dengan harga Rp6.000,00 per unit dengan syarat 2/10, n/30 dan No Faktur 508.
  • 27 Juli 2006 Dilunasi pembayaran utang faktur No. 508.
Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal sebagai berikut.
Contoh Potongan Pembelian
 
4. Beban Angkut Pembelian Barang yang Dibeli (Freight In)
    Beban angkut yang menjadi tanggungan pembeli akan dicatat pada akun beban angkut pembelian di sisi debit dan akun kas di sisi kredit. Akan tetapi, beban angkut yang menjadi tanggung jawab pembeli yang dibayar langsung kepada penjual, akan dimasukkan pada faktur pembelian. 
Contohnya, tanggal 17 Februari 2006 dibayar beban pengangkutan barang yang dibeli dari CV. Angkasa sebesar Rp100.000,00. 
Transaksi tersebut dicatat dengan jurnal sebagai berikut.
Contoh Transaksi Perusahaan dagang dari Beban Angkut Pembelian Barang yang Dibeli
 
5. Penjualan Barang Dagangan (Sales)
    Transaksi penjualan merupakan transaksi utama untuk memperoleh penghasilan dan merupakan komponen utama pembentukan laba. Untuk penjualan secara kredit, setiap penjualan barang dagangan selalu dicatat pada akun penjualan di sisi kredit dengan akun piutang dagang di sisi debit. Namun, untuk penjualan secara tunai, setiap penjualan barang dagangan berarti menambah kas untuk penjualan secara tunai sehingga kas dicatat pada akun kas di sisi debit dengan akun penjualan di sisi kredit.
Contoh:
  • 15 Maret 2006 Dijual secara tunai barang dagangan seharga Rp4.000.000,00.
  • 18 Maret 2006 Dijual secara kredit barang dagangan seharga Rp7.000.000,00 kepada Toko Budi Makmur
Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal berikut ini.
Contoh Penjualan Barang Dagangan - Transaksi Perusahaan Dagang
 
6. Penerimaan Kembali Barang Dagangan yang Dijual/Retur
    Penjualan dan Pengurangan Harga (Sales Returns and Allowances) Akun retur penjualan dan pengurangan harga (sales return and allowances) ini berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual atau pengurangan harga yang diberikan kepada pihak pembeli. Misalnya, barang yang dijual sebagian ada yang rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
Transaksi retur penjualan akan dicatat dalam akun retur penjualan (sales return), yang termasuk akun kontra dari akun penjualan.
Contoh:
  • 17 Mei 2006 CV Sejahtera menerima pengembalian sebagian barang yang telah terjual pada 15 Mei 2006 kepada UD Makmur dengan harga Rp6.000.000,00.
Transaksi ini akan dicatat oleh CV Sejahtera dalam jurnal umum sebagai berikut.
Contoh Transaksi Perusahaan Dagang dari Penerimaan Kembali Barang Dagangan yang Dijual/Retur
 
7. Potongan Penjualan (Sales Discount)
    Salah satu cara yang digunakan penjual dalam menaikkan omzet penjualannya adalah dengan memberikan potongan penjualan. Akun potongan penjualan ini termasuk akun kontra dari akun penjualan. Potongan penjualan oleh penjual akan dicatat pada akun potongan penjualan di sisi debit dan akun piutang dagang di sisi kredit. Akun ini, biasa terjadi dalam hal pembeli melakukan pembayaran utangnya dalam periode potongan yang telah ditetapkan.
Contoh:
  • 2 Maret 2006 Dijual barang dagangan seharga Rp7.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 kepada Toko Sekawan dengan faktur No.305.
  • 7 Maret 2006 Diterima pelunasan atas penjualan barang dagangan tanggal 2 Maret 2006.
Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal sebagai berikut.
Contoh transaksi penjualan barang dari Potongan Penjualan (Sales Discount)
 
8. Beban Angkut Penjualan (Transportation Out/Freight Out)
    Beban angkut penjualan terjadi karena penjual menanggung biaya pengiriman barang sampai ke tempat pembeli. Biaya ini dilaporkan dalam biaya operasional.
Contoh:
  • 15 Mei 2006 Diterima faktur dari CV Tiki atas pengangkutan penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit sebesar Rp300.000,00.
  • 22 Mei 2006 Dibayar beban angkut sebesar Rp200.000,00 atas penjualan barang secara tunai.
Transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal sebagai berikut:
Contoh Transaksi Perusahaan dagang dari Beban Angkut Penjualan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Macam-Macam dan Contoh Transaksi Perusahaan Dagang"

Posting Komentar